Sambut Pemudik, Komunitas Kuliner Semarang Selenggarakan Festival Kuliner Pulang Semarang

Komunitas Kuliner Semarang kembali menyelenggakan festival kuliner bertajuk “Festival Kuliner Pulang Semarang”. Festival diselenggarakan selama sepuluh hari, 21-30 April 2023 bertempat di Metro Point Kota Lama atau seberang kantor Satlantas Polrestabes Semarang. 

Festival Kuliner Pulang Semarang digelar selama 10 hari, 21-30 April 2013. (JatengnyamlengID/BMA)

Pendiri komunitas Kuliner Semarang dan penggagas Festival Kuliner Pulang Semarang, Firdaus Adinegoro, menyatakan bahwa ia dan tim pertama kali menyelenggarakan Festival Kuliner Pulang Semarang tahun 2015.

Penyelenggaraan festival tersebut berbasis komunitas, karena sebelumnya, tahun 2014, ia terlebih dahulu membentuk komunitas Kuliner Semarang berbasis media sosial Facebook yang kini anggotanya mencapai lebih dari 270 ribu.

Setelah sukses pada penyelenggaraan festival kuliner yang pertama, disusul penyelenggaraan festival kuliner tahun berikutnya. Sehingga Festival Kuliner Pulang Semarang menjadi agenda rutin tahunan komunitas Kuliner Semarang.

“Sempat absen dua tahun karena pandemi COVID-19, yaitu tahun 2020 dan 2021. Dengan demikian Festival Kuliner Pulang Semarang tahun 2023 ini adalah penyelenggaraan festival yang ke-6,” tutur Firdaus Adinegoro yang beberapa tahun lalu pernah menggagas Hari Lumpia Nasional.

Pengunjung Festival Kuliner Pulang Semarang yang sangat ramai. (JatengnyamlengID/BMA)

Saat ditanya apa alasan yang melatari dirinya menggagas dan menyelenggarakan Festival Kuliner Pulang Semarang, Firdaus hanya menjawab singkat, “Karena kesulitan mencari makan (saat lebaran).”

Lalu, saat ditanya soal misi khusus mengangkat kuliner tradisional Semarang, Firdaus menjawab bawah misi itu hadir seiring penyelenggaraan festival.

“Saya memfasilitasi sejumlah stan yang secara khusus menyediakan kuliner tradisional khas Semarang,” jawab Firdaus.

Frasa “Pulang Semarang” ia pilih karena festival ini memang digelar saat momen lebaran dalam rangka menyambut para pemudik. Sehingga para pemudik yang pulang ke Semarang atau sekedar lewat Semarang bisa singgah dan berkunjung ke festival untuk menikmati ragam kuliner yang ada di Semarang.

Animo masyarakat terhadap festival kuliner ini, menurut Firdaus, cukup besar. Setidaknya nampak pada jumlah kunjungan yang cukup signifikan. Setiap hari dapat menembus 5.000 hingga 6.000 pengunjung.

Sementara itu, terkait dengan ragam kuliner yang dijual di festival, menurut Firdaus, dari 50 stand kuliner yang berpartisipasi, 60% di antaranya merupakan stand kuliner tradisional. Sementara 40% sisanya terisi stand kuliner modern atau kekinian. Ragam pilihan itu menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung.

Selain kuliner khas Semarang, Festival Kuliner Pulang Semarang juga menyajikan beragam kuliner tradisional khas daerah lainnya. Sebuah event yang diharapkan terus eksis dan bisa menjadi pendorong terangkatnya kembali kuliner-kuliner tradisional yang saat ini sudah mulai langka dan sulit ditemui.

Posting Komentar

0 Komentar