GprpTUr8Gfd9BSCoGpG6GpC8Td==

Es Oyen, Minuman Kreasi dari Bandung, dan Kisah di Balik Kesegarannya

Es oyen, minuman segar dari Bandung, kreasi H. Bashar Sudjana. (Istimewa/Unsplash)

Jatengnyamleng ID - Selain berupa makanan, Indonesia juga kaya khazanah minuman yang menyegarkan. Beberapa daerah di Indonesia populer dengan minuman khasnya. Sebut saja es dawet (khas Jawa, populer di banyak daerah dengan karakteristik masing-masing), es doger dan es selendang mayang (Betawi), es buto ijo (Kediri), es pleret (Blitar), es pisang ijo (Makassar), es kuwut (Bali), es teler (Jawa Tengah), dan lain sebagainya. 

Selain yang telah disebutkan, wilayah Jawa Barat juga menyumbang khazanah minuman menyegarkan seperti es cendol, es goyobod, es pala Bogor, dan es oyen. Minuman yang disebut terakhir, yakni es oyen, bahkan tidak hanya bisa dijumpai di Kota Bandung saja, tempat awal minuman menyegarkan ini berasal, melainkan sudah banyak dijumpai di banyak daerah lain, lintas kota dan provinsi.

Bersama dengan kuliner khas Bandung lainnya seperti seblak, cireng, dan cilok, es oyen melanglang buana dan “menyerbu” banyak kota dan daerah di luar Jawa Barat. Ini menandakan bahwa es oyen “diterima” oleh masyarakat luas dan banyak disukai.  

Lalu apa itu es oyen? Es oyen adalah sejenis es campur yang di dalamnya berisi kelapa muda, alpukat, kolang-kaling, buah nangka, dan sekoteng. Dalam semangkuk es oyen, muncul dengan rupa yang memikat dan menggoda selera.

Cita rasanya manis, lembut, dan menyegarkan. Pantas bila minuman ini sangat digemari dan menjadi salah satu minuman primadona yang banyak dicari. Terutama di bulan Ramadan, sebagai minuman takjil untuk berbuka puasa.

Minuman Kreasi Bashar Sudjana

Meski es oyen sangat populer, namun riwayat terkait asal-usul dan kreator minuman menyegarkan ini masih banyak yang tidak mengetahui. Bahkan nomenklatur es oyen sendiri masih simpang siur. Terdapat beberapa versi mengenai asal-usul nama oyen yang berkembang.

Sebagian menyebutkan, kata oyen dalam es oyen merujuk pada sosok kreatornya, yaitu Pak Oyen. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa nama oyen berasal dari nama burung piaraan milik pendahulu es oyen.

Manakah yang benar? Merujuk pada buku berjudul 200 Ikon Bandung: Ieu Bandung, Lur! (2010), es oyen merupakan kreasi Haji Bashar Sudjana. Cerita bermula dari Bashar yang mewarisi usaha orangtuanya berjualan sirup sekoteng.

Tahun 1950, Bashar bersama istrinya, Tati Sutihat, meninggalkan kampung halamannya di Kampung Cisalak, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dan memulai usaha sirup sekoteng di Bandung. Bashar mulai berjualan es sekoteng dengan cara dipikul dan menggunakan gerobak. Tempat tinggal dan lokus usahanya berpindah-pindah. Tahun 1962, ia menemukan sebuah tempat di Jalan Sukajadi No 18. 

Di buku yang diterbitkan oleh PT Pikiran Rakyat Bandung itu juga disebutkan, nama oyen merupakan pemberian seorang pelukis asal Jogjakarta pada tahun 1970, setelah pelukis tersebut melukis wajah Bashar di atas kanvas. Lukisan itu sempat dipajang di salah satu kiosnya di depan RS Immanuel, Jalan Kopo, meski akhirnya rusak karena suatu sebab.

Popularitas es oyen terdongkrak dan meroket setelah Bashar berkenalan dengan dua wartawan, yaitu wartawan Bandung Pos dan Radio Garuda. Dalam setiap event yang digelar kedua media tadi, Bashar selalu ikut berpartisipasi dan ikut ambil bagian. Bashar juga aktif mengikuti pelbagai festival dan pameran kuliner hingga ke sejumlah daerah, termasuk di ibu kota.

Tahun 1997, kebakaran menghanguskan usahanya di Sukajadi. Namun insiden itu tak sampai membangkrutkan usahanya. Usahanya bangkit dan bahkan terus berkembang. Rentang tahun 2002-2008 disebut-sebut merupakan masa-masa keemasan es oyen di Bandung. Ketika itu, peminat es oyen sangat ramai, sehingga orang harus rela antre untuk dapat membeli es oyen.

Minuman Segar yang Berekspansi

Saat ini, es oyen dapat dijumpai di banyak daerah, tak hanya di Bandung. Di berbagai tempat di luar Bandung seperti di Jakarta, Tangerang, Cirebon, bahkan hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak dijumpai penjual es oyen.

Tersebarnya es oyen di banyak tempat disebabkan oleh kebaikan hati Bashar yang membolehkan keluarganya dan mantan pegawainya yang telah menguasai proses produksi es oyen untuk membuka “cabang” es oyen. Bahkan Bashar telah melibatkan ratusan anggota keluarga dan kerabat di kampung halamannya dalam usahanya.

Resep es oyen bahkan kini menjadi semacam “resep komunal” yang di-share banyak orang di pelbagai platform digital, meski sangat boleh jadi resep itu tidak otentik sesuai resep es oyen buatan Bashar. Sehingga kini lebih banyak lagi orang yang membuka usaha es oyen di luar keluarga, kerabat, dan mantan karyawan Bashar.

Bahkan tak sedikit es campur yang menjenamakan diri sebagai es oyen padahal cita rasanya tidak sama. Karena  memang racikan gula sirup yang dibuat oleh Bashar sangat khas dan kekhasan itu yang membedakan dengan es campur lainnya.

Tahun 1980-an, sebagaimana yang disebutkan dalam buku 200 Ikon Bandung: Ieu Bandung, Lur!, resep racikan gula sirup buatan Bashar sempat ditawar dengan harga Rp 3 juta oleh sebuah perusahaan es campur bermodal besar dan modern serta membuka cabangnya di seluruh Indonesia. Namun Bashar menolaknya karena perjuangan panjang usahanya tak sepadan dengan nilai tersebut, serta bertentangan dengan prinsip yang dijalankannya.

Dikutip dari sumber lain menyebutkan, es oyen yang asli beramat di Jalan Sukajadi 18 Bandung dan mempunyai sejumlah cabang, yaitu di Jalan Raya Ujung Berung 42; Bee Mall Electronic City, Jalan Naripan Bandung; Pascal Hypersquare, Jalan Pasirkaliki Bandung; Carefour (Molis), Jalan Peta Bandung; Kopo Square, Jalan Kopo Bandung; Jalan Terusan Buah Batu 59 Bandung;  Premier Plaza Jalan Cihampelas, Bandung; Jalan Rajawali Barat 7 Bandung; dan Jalan Borobudur Raya 2, Tangerang.

Saat ini pengelolaan es oyen diserahkan sepenuhnya kepada generasi penerusnya, termasuk pengembangannya. Bahkan Bashar tak menabukan modifikasi terhadap es oyen bila memang itu dianggap perlu karena merupakan tuntutan untuk menggaet selera pasar yang memang bersifat dinamis.

Begitulah, sekelumit kisah di balik kesegaran es oyen, buah kreasi dan kegigihan seorang Bashar Sudjana. Sehingga saat ini masyarakat Indonesia bisa menyeruput kesegarannya. Es oyen adalah satu dari ribuan karya anak bangsa di bidang kuliner yang ikut memperkaya khazanah kuliner Indonesia.  

*Tulisan ini tayang pertama di Ayobandung.com, edisi Rabu, 23 November 2022 dengan judul "Menyeruput (Kisah di Balik) Kesegaran Es Oyen".


Jasaview.id

Type above and press Enter to search.