GprpTUr8Gfd9BSCoGpG6GpC8Td==

Cita Rasa Lezat Getuk Blondo Kang Sugeng, Dibuat Berdasarkan Resep Warisan Leluhurnya

Getuk blondo Kang Sugeng, bercita rasa lezat, dibuat berdasarkan resep warisan neneknya. (BMA/Jatengnyamleng.id)
Jatengnyamleng.id – Getuk (gethuk) merupakan kuliner tradisional berbahan ketela khas Jawa. Di pelbagai daerah di Jawa, utamanya di Jawa Tengah, dijumpai sejumlah getuk dengan ciri khas masing-masing. Bila Magelang punya getuk trio, Banyumas punya getuk goreng, Salatiga punya getuk kethek, maka Kabupaten Grobogan punya getuk khas yang disebut “getuk blondo”.

Getuk blondo memang kuliner tradisional berbahan ketela yang sudah populer di Kabupaten Grobogan sejak lama. Tahun 1980-an, saat saya kecil, di kampung saya—Dusun Beru, Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari—setidaknya terdapat dua orang penjual getuk blondo, yaitu Mbah Warno dan Mbah Sukir.

Keduanya berjualan getuk pagi-pagi di rumahnya masing-masing. Banyak bapak-bapak yang datang untuk menyantap getuk sebagai menu sarapan sembari ngopi sekaligus njagong. Seiring waktu, keduanya menua dan meninggal dunia, serta (sayangnya) tidak ada generasi penerusnya. Jadilah, sejak itu, saya tak lagi menjumpai kudapan lezat berbahan ketela itu.

Beruntung, saat ini, getuk blondo khas Grobogan tetap eksis. Masih bisa dijumpai, meski masih lumayan langka. Salah satu pelestari getuk blondo itu bernama Sugeng Purnomo (42). Bersama istrinya, Suparti (42), warga Dusun Jiret, RT 01 RW 03, Desa Jetaksari, Kecamatan Pulokulon itu setiap hari memproduksi dan berjualan getuk blondo.   

Sejak 2016, Dari Resep Warisan Nenek

Rabu sore (13/9/2023) saya berkesempatan mengunjungi lapak Getuk Blondo Kang Sugeng yang berada di Jalan Ki Ageng Selo, Gatak, Sembungharjo, Pulokulon. Saat saya datang, Kang Sugeng—begitu namanya populer dipanggil—menyambut saya dengan ramah.

Kang Sugeng sedang melayani pelanggan setianya. (BMA/Jatengnyamleng.id)
Tak lama kemudian, dengan sigap ia meracikkan seporsi getuk blondo pada kertas minyak yang dialasi daun pisang untuk saya. Irisan getuk berwarna kuning dan coklat itu ditaburi kelapa parut dan blondo. Toping blondo inilah yang membuat getuk ini kemudian populer dengan sebutan “getuk blondo”.

Getuk blondo Kang Sugeng bercita rasa enak, lezat, dan lembut saat dikunyah. Parutan kelapa dan blondonya membuat cita rasa getuknya semakin lezat dengan cuatan cita rasa legit otentik. Kang Sugeng mengaku memang memperhatikan kualitas dalam pembuatan getuk maupun blondonya.

Salah satu rahasia getuk yang enak, menurut Kang Sugeng, berasal dari ketela yang berkualitas. “Saya mengambil ketela dari para petani di pegunungan, yang ketelanya terkenal berkualitas dan segar,” tutur Kang Sugeng kepada saya.

“Blondonya juga terbuat dari kelapa pilihan yang semanten, tidak terlalu tua. Karena kalau kelapanya terlalu tua, blondonya tidak bisa manis aromatik,” tutur Kang Sugeng lebih lanjut.

Kang Sugeng sendiri mulai merintis usaha getuk sejak tahun 2016. Sebelumnya, ia sempat berjualan dawet di Kudus. Kemudian memilih pulang dan membuka usaha getuk. Pertimbangan memilih getuk, karena getuk termasuk kudapan lintas musim, yang bisa dinikmati saat musim kemarau alias musim panas, atau penghujan alias musim dingin.

“Tidak seperti berjualan es dawet yang hanya laku keras saat musim kemarau, tapi saat musim penghujan pembelinya sedikit,” tutur Kang Sugeng.

Getuk blondo Kang Sugeng dibanderol dengan harga murih meriah, yaitu Rp 2.000,- per bungkus. (BMA/Jatengnyamleng.id)
Selain itu, ia juga merasa punya kemahiran membuat getuk blondo yang ia peroleh dari resep warisan neneknya dari jalur ibu. Dari resep itulah, Kang Sugeng bisa membuat getuk blondo yang enak dan lezat.

Dari Jualan Keliling Hingga Mangkal    

Saat awal-awal merintis usaha getuk, Kang Sugeng memilih berjualan keliling, dari kampung ke kampung. Namun, hal itu hanya dilakoninya selama tiga bulan. Setelah itu, Kang Sugeng memilih berjualan secara mangkal di suatu tempat.

Saat ini, Kang Sugeng memiliki dua lapak. Lapak pertama berada di Jalan Raya Panunggalan, Desa Jetaksari, tepatnya di sebelah Yogya Mart. Lapak kedua, di Jalan Ki Ageng Selo, Gatak, Sembungharjo, lokasinya di utara Pasar Gatak. Lapak pertama, istrinya yang menunggui. Adapun lapak kedua, Kang Sugeng sendiri yang menunggui.

Berpose dengan Kang Sugeng, salah satu pelestari getuk blondo dari Desa Jetaksari, Pulokulon, Grobogan. (BMA/Jatengnyamleng.id)
Kang Sugeng bersyukur bahwa getuk blondonya banyak yang menyukai, sehingga ia banyak memiliki pelanggan setia. Seperti saat saya berkunjung ke lapak Getuk Blondo Kang Sugeng di Gatak, ada seorang pelanggan bernama Widodo (44)—seorang pegawai koperasi di daerah Kuwu.

Kepada saya, Widodo mengaku sudah berlangganan getuk blondo Kang Sugeng sejak awal Kang Sugeng membuka lapak. “Getuknya enak, termasuk blondonya juga sangat enak,” tutur Widodo yang saat itu membeli getuk blondo beberapa bungkus untuk oleh-oleh keluarganya.

Selain sehari-hari mangkal di kedua lapak itu, Kang Sugeng dan istri setiap hari Minggu menyempatkan khusus berjualan alias membuka lapak getuk blondo di Car Free Day (CFD), Jalan R. Soeprapto, Kota Purwodadi. Di CFD, Kang Sugeng juga membuka dua lapak yang masing-masing ditunggui ia dan istrinya, yaitu di depan pintu masuk Swalayan Luwes dan di sebelah utara PUK.     

Dan sejak mengikuti Silaturahmi Pelaku UMKM dan Sharing Bisnis bertajuk “UMKM Naik Kelas, Membangun Fondasi Usaha di Era Digital” yang dihelat oleh Smartfren Community Grobogan pada 30 Agustus 2023 yang lalu, Kang Sugeng mengaku mengalami banyak kemajuan, utamanya pada kapasitas produksi getuknya.

“Bila sebelumnya saya hanya membuat getuk dari 25 hingga 30 kg ketela, sejak ikut acara Smartfren Community Grobogan, terutama setiap Minggu, saya bisa menghabiskan getuk dari 50 kg ketela,” tutur Kang Sugeng.

Alhamdulillah, jejaring pertemanan dan relasi saya banyak bertambah,” tutur Kang Sugeng.   

Kang Sugeng berharap usahanya semakin maju, dan kelak getuk blondonya bisa naik kelas, dikemas dengan kemasan yang baik, sehingga bisa menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas Grobogan. (BMA – Jatengnyamleng ID)  


Jasaview.id