GprpTUr8Gfd9BSCoGpG6GpC8Td==

Buka Kedai Pelangi, Chef Puji Daryana Bertekad Jadikan Sebagai Destinasi Wisata Kuliner

Chef Puji Daryana dengan mi ayam goreng hotplate, salah satu menu di Kedai Pelangi yang dikelolanya. (JatengnyamlengID/BMA)
Jatengnyamleng ID – Umumnya seseorang terjun menggeluti dunia usaha kuliner berawal karena memiliki kemampuan memasak. Namun tidak sekedar itu yang tebersit di hati Puji Daryana (58) ketika memutuskan membuka Kedai Pelangi yang berlokasi di Dusun Pucang, Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Selain memang merasa memiliki skill di bidang tata boga, pria kelahiran Desa Watupawon itu juga memiliki keinginan untuk mengangkat desa kelahirannya, yang menurutnya, dulu pernah memiliki citra di bidang kuliner. Apalagi saat ini telah ditunjang insfrastruktur yang sudah bagus, sehingga menurutnya, keinginan itu bukanlah hal yang mustahil direalisasikan.

Puji Daryana sendiri sejauh ini lebih dikenal sebagai seorang jurnalis dan aktivis LSM dibanding sebagai seorang chef. Tak banyak yang tahu bahwa pria yang akrab disapa Puji—atau Chef Puji oleh sebagian koleganya itu, memiliki talenta di bidang boga.

Selain memang memiliki latar akademik di bidang tata boga, Chef Puji ternyata juga mempunyai pengalaman menjadi koki di sebuah restoran India di Korea selama 10 tahun, sejak tahun 2000 hingga 2010. Namun sepulang dari Korea, Chef Puji lebih memilih kembali menekuni dunia jurnalistik dan LSM ketimbang menggeluti usaha kuliner.

Angkat Citra Kampung Halaman

Chef Puji tertantang untuk membuka usaha kuliner setelah salah seorang adiknya pulang dari Kuwait dan menawarinya untuk mengelola ruko dan lahan kosong yang lumayan luas di kampung kelahirannya. Dari situlah kemudian tercetus ide membuka kedai.

Meski lokasinya termasuk di pelosok desa, namun ia yakin kedainya akan bisa eksis dan berkembang. Selain pertimbangan ia merasa memiliki kemampuan membuat masakan dengan racikan dan cita rasa yang lain daripada yang lain, juga lokasinya berdampingan dengan agrowisata jambu air milik warga yang sudah mulai berkembang.

“Kondisi itu yang membuat saya memutuskan untuk membuka kedai, meski lokasinya berada di pelosok desa,” tutur Chef Puji kepada Jatengnyamleng ID di kedainya, Jumat (5/1/2024).

Bahkan di lahan tanah kosong milik adiknya, saat ini ia tanami pisang cavendish bersama rekan bisnisnya. Sehingga ke depan, ia berharap, kedai yang dibukanya bisa menjadi pelengkap agrowisata yang ada dan menjadi destinasi wisata kuliner bagi pengunjung.

Saat ini, ia sedang merencanakan melengkapi kedainya dengan sejumlah gazebo yang terintegrasi dengan kebun pisang cavendish. Sehingga nantinya pengunjung kedainya bisa menyantap beragam kuliner yang ditawarkan kedainya sembari menikmati suasana eksotis kebun dan persawahan—karena kedainya memang berada di areal persawahan alias kanan dan kiri diapit persawahan.

Cita Rasa Mi Ayam dan Bakso yang Berbeda

Chef Puji Daryana secara resmi membuka Kedai Pelangi sejak pertengahan bulan April 2023, tepatnya 5 hari sebelum Idulfitri 1444 H. Menu yang diangkat adalah mi ayam dan bakso yang boleh dibilang merupakan “kuliner sejuta umat” yang sudah sangat populer. Strategi ini ia pilih karena ia ingin memikat dulu lidah calon pelanggannya yang kebanyakan memang warga yang tinggal di desa.

Mi ayam kuah yang disajikan dalam duwok melamin di Kedai Pelangi. (JatengnyamlengID/BMA)
Meskipun “hanya” mi ayam dan bakso, Chef Puji tidak sembarangan dalam soal tata racik dan tata saji dua menu merakyat yang ditawarkannya itu. Dalam soal tata racik, Chef Puji berupaya menawarkan kualitas cita rasa yang diperoleh dari bahan-bahan pilihan dan berkualitas.

Mi untuk mi ayamnya misalnya, diracik dari tepung terigu berkualitas tinggi yang dicampur dengan formulasi bumbu khusus. Sementara itu, untuk mendapatkan kualitas dan cita rasa mi yang diinginkan, Chef Puji menambah adonan mi dengan telur bebek dengan tujuan untuk mendapatkan cita rasa yang semakin gurih. Per 15 kilogram tepung diberi 6 butir telur bebek.

Begitu pun untuk adonan baksonya, per 3 kilogram daging sapi dibubuhi 6 butir telur ayam. Telur ayam dipilih untuk tambahan adonan bakso, menurut Chef Puji, agar baksonya bercita rasa gurih dengan warna putih alami.

Sedang untuk tata saji, untuk mi ayam kuah, Chef Puji menggunakan mangkok melamin berwarna hitam yang ia menyebutnya dengan istilah duwok. Duwok, menurutnya, adalah istilah tempo dulu di kampungnya untuk menyebut mangkok yang terbuat dari tanah liat. Istilah itu ia peroleh saat ia masih kecil dulu. Ketika itu, ia mengaku sering diberi makan oleh neneknya dalam wadah yang bernama duwok itu.

Mi ayam goreng hotplate Kedai Pelangi. (JatengnyamlengID/BMA)
“Karena sekarang sudah beda zamannya, maka duwoknya tidak lagi terbuat dari tanah liat, melainkan dari melamin. Duwok ini nantinya akan menjadi branding mi ayam di Kedai Pelangi, yaitu Mi Duwok Ireng,” jelas Chef Puji.

Adapun untuk mi ayam goreng atau miyagor, Chef Puji memilih hotplate sebagai wadah sajinya. Khusus untuk miyagor, Chef Puji memiliki resep dan treatment khusus. Pembuatan miyagor melalui tiga tahap: mi direbus, digongso dengan bumbu dan pelengkap lainnya, baru disajikan ke hotplate.

Baik mi ayam kuah maupun miyagor, Chef Puji memiliki bumbu andalan berupa minyak bawang khas Bangka yang ia racik sendiri. Minyak bawang khas Bangka ini, menurutnya, boleh dibilang menjadi salah satu rahasia di balik kelezatan mi di kedainya.

Soto Pencok dan Kreasi Menu di Kedai Pelangi

Selain mi ayam dan bakso, Kedai Pelangi menawarkan menu lainnya yang hadir hanya setiap hari Sabtu dan Minggu. Di antaranya adalah rica-rica entog dan soto pencok. Menu yang disebut terakhir merupakan menu hasil eksperimentasi dan kreasi Chef Puji.

Rombongan guru dari sebuah SD sedang menikmati menu yang disajikan di Kedai Pelangi. (JatengnyamlengID/BMA)
Menurutnya, soto pencok adalah soto santan khas Desa Watupawon yang dikolaborasi dengan soto khas Betawi yang menggunakan susu dalam kuahnya. Disebut soto pencok karena proteinnya menggunakan ayam fillet yang dipotong-potong berbentuk dadu. “Jadi ayamnya tidak disuwir-suwir sebagaimana umumnya daging ayam dalam soto,” terang Chef Puji.

Dalam seporsi soto pencok, terdapat potongan ayam fillet, irisan kubis, kecambah, irisan mentimun, irisan wortel, potongan tomat, dan potongan kentang rebus, lalu diberi toping daun bawang, seledri, bawang goreng, dan kentang goreng krispi. Dalam penyajiannya, nasi dan soto dipisah.

Seiring dengan perkembangan kedainya, Chef Puji berencana menambah menu-menu kreasi lainnya secara bertahap untuk memanjakan lidah pelanggannya sekaligus sebagai pilihan menu bagi pengunjung kedainya.

Menikmati mi ayam di Kedai Pelangi dengan view persawahan. (JatengnyamlengID/BMA)
Selain warga sekitar, dalam perkembangannya, pengunjung kedainya juga datang dari Purwodadi, Toroh, Godong, Gubug, Karangrayung, Juwangi, dan lainnya. Sebagai kedai rintisan, Chef Puji mengaku musti terus berinovasi dan gencar promosi.

Kedai yang bersih dengan view persawahan yang kadang ditingkahi angin yang bertiup sepoi, menjadikan Kedai Pelangi sangat cocok sebagai destinasi wisata kuliner bersama keluarga, kolega, komunitas, maupun rekan kerja dan bisnis. 
 

Kedai Pelangi
Jalan Penawangan – Watupawon, Dusun Pucang, Desa Watupawon
Kecamatan Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah

Jam buka:
Jam 09.00 – 20.30 WIB:

Daftar Harga:

  • Mi Ayam Kuah Rp 9.000,-
  • Mi Ayam Bakso Rp 15.000,-
  • Mi Ayam Goreng Rp 15.000,-
  • Bakso Rp 12.000
  • Soto Pencok Rp 10.000,-
  • Nasi + Soto Pencok Rp 12.000,-

(Badiatul M. Asti - Jatengnyamleng ID)


Jasaview.id

Type